Budaya Kerja Di Jepang Yang Wajib Diketahui

Budaya

Budaya kerja di negara sakura ini memang terbilang cukup berbeda dan tidak sedikit yang membuat orang asing terkejut.

Untuk kalian yang baru mulai bekerja di sebuah perusahaan Jepang pasti sering memiliki pemikiran “Eh? Kenapa kaya gini ya?” atau “Peraturan dan manner yang harus dipatuhi tuh ketat ya?” dan tidak sedikit pula dari kalian yang galau karenanya.

Kali ini aku akan menulis mengenai budaya kerja di perusahaan Jepang. Semoga bisa sedikit membantu kalian memahami mengenai budaya kerja di perusahaan Jepang.

Ryohei
Ryohei

Shana, ada gak sih hal yang bikin kamu terkejut ketika bekerja di Jepang?

Shana
Shana

Hmm, aku agak kaget sih sama budaya sebelum mulai bekerja, ada olahraga ringan (体操/taisou) bersama dan rapat kecil setiap paginya (朝礼/chorei).

Ryohei
Ryohei

Perusahaan Jepang dari dulu yang memiliki pemikiran bahwa perusahaan adalah rumah, dan karyawan adalah keluarga. Jadi melakukan sesuatu secara bersama-sama itu hal yang penting, seperti olahraga ringan ini. Meskipun sebenarnya tidak terlalu memberikan efek dan oleh sebagian orang dianggap merepotkan.

Sponsored Link

Pratik Budaya Di Perusahaan Jepang

Setiap perusahaan tentu saja memiliki pratik budaya, peraturan dan manner yang berbeda satu dengan yang lainnya. Ada perusahaan yang sangat ketat, aja juga perusahaan yang terbilang biasa saja. Berikut poin yang kemungkinan hampir semua perusahaan Jepang miliki.

Sensivitas Terhadap Waktu

Budaya “tepat waktu” di Jepang ini sudah termasuk ke level dewa menurut pendapat pribadi saya. Jika jam kerja kamu mulai pukul 9 pagi, di Jepang, berada di kantor 10 menit sebelum waktu kerja untuk mempersiapkan segala hal adalah hal yang umum. Jadi “tepat waktu” yang dianggap perusahaan Jepang adalah datang lebih cepat dari waktu kerja yang telah ditentukan. Ini merupakan peraturan tidak tertulis yang entah kenapa dipatuhi hampir semua orang Jepang.

Selanjutnya, jika kamu telat datang ke kantor, meskipun hanya satu menit, akan ada kemungkinan gaji kamu dipotong sebanyak jika kamu telat 15 menit. Selain itu, jika kamu telat sekali saja dalam karir kamu, kamu akan selalu dianggap kurang rajin dan penilaian terhadap kerja kamu akan selalu rendah. Intinya, menjaga imange sangat penting, karena jika salah sedikit saja, kamu akan selamanya dianggap kurang kompeten.

Lembur/Overwork

Di Jepang, kerja lembur merupakan suatu kebiasaan yang dilakukan hampir setiap hari. Kebiasaan ini tercatat sudah ada sejak tahun 1930, dimana banyak orang Jepang yang memiliki pemikiran bahwa pekerjaan jauh lebih penting dibandingkan keluarga dan kehidupan pribadi.

Kerja lembur ini juga tidak bisa dihindari karena kurangnya sumber daya manusia dalam sebuah perusahaan namun perusahaan tidak mampu untuk menambah pegawai baru. Akhirnya pekerjaan yang seharusnya dikerjakan oleh 5 orang jadi menumpuk di 2 orang yang akhirnya mengharuskan mereka untuk kerja lembur.

Adanya budaya hormat terhadap atasan pun menjadi salah satu faktor yang mengharuskan pegawai untuk kerja lembur. Di Jepang dianggap kurang sopan jika bawahan pulang lebih awal daripada atasan. Namun, pada jaman sekarang ini, ada beberapa perusahaan yang sudah tidak terlalu kaku dalam hal yang satu ini.

Adanya Nomikai (Tradisi Minum Bersama Setelah Kerja)

Tradisi nomikai ini merupakan hal yang umum di Jepang. Nomikai biasanya diadakan sebagai acara menyambut pegawai baru, 忘年会 (acara minum akhir tahun), 新年会 (acara minum awal tahun), ketika project pekerjaan selesai dan sebagainya.

Untuk kalian yang senang bersosialisasi setelah lelah bekerja, nomikai merupakan hal yang menyenangkan. Namun sebaliknya, bagi mereka yang ingin pulang lebih awal dan tidak ingin menghabiskan waktu diluar kerja dengan perusahaan merasa bahwa nomikai bukan hal yang menyenangkan.

Sebenarnya, jika nomikai ini diadakan setahun sekali mungkin akan menjadi event menyenangkan namun sayangnya, nomikai ini biasanya dalam setahun bisa lebih dari 5 atau 6 kali bahkan lebih. Selain berat di ongkos (biasanya bayar sendiri-sendiri), terasa berat juga di waktu bagi mereka yang lebih senang relaksasi setelah kerja.

Harus Selalu Diskusi Dengan Atasan

Di Jepang, keputusan apapun yang dibuat pada saat kamu mengerjakan pekerjaan kamu harus selalu didiskusikan dengan atasan. Bahkan saat darurat sekali pun, kamu tidak boleh memutuskan sendiri tanpa adanya persetujuan dari atasan. Oleh karena itu biasanya pengambilan keputusan di perusahaan Jepang sangat memakan waktu karena atasan kita sekalipun pun harus mendapat persetujuan dari atasannya lagi dan seterusnya.

Jadi semakin besar perusahaan, akan semakit memakan waktu juga dalam pengambilan keputusan.

Sponsored Link

Perjalanan Karier Di Perusahaan Jepang

Berikutnya penjelasan mengenai perjalanan karier kamu juga bekerja di perusahaan Jepang.

Senioritas

Di perusahaan Jepang, senioritas biasanya ditentukan dari usia seseorang dan seikit mirip dengan sistem senioritas di sekolah. Perusahaan Jepang biasanya mengadakan penerimaan pegawai baru setiap tahunnya yang kemudian akan dilatih dan dipekerjakan hingga pensiun.

Mereka yang lebih dulu masuk ke perusahaan otomatis akan diprioritaskan mendapatkan posisi tinggi di perusahaan meskipun kemampuan mereka mungkin terbilang biasa saja. Jadi meskipun kamu lebih kompeten atau bahkan meskipun tingkat pendidikan kamu lebih tinggi dibanding senior kamu, kamu tidak akan bisa langsung naik pangkat. Tetap akan ada proses pengembangan diri, belajar mengenai pekerjaan kamu dari nol hingga mahir dan kemudian naik pangkat.

Pentingnya Penilaian Dari Atasan

Hampir mirip dengan Indonesia, perusahaan Jepang, untuk dapat naik pangkat penilaian dari atasan sangatlah penting. Tidak hanya dalam pekerjaan, kalian juga harus bisa menarik hati atasan agar memberikan penilaian baik kepada kalian. Tapi tentu saja caranya tidak berlebihan seperti memberikan barang mewah dan sebagainya. Kalian hanya perlu sopan dan menarik ketika berinteraksi dengan atasan (dalam hal pekerjaan) dan juga cekatan dalam menyelesaikan tugas yang diberikan.

Kemudian seberapa sering kalian mensupport keputusan atasan meskipun keputusan atau idenya sedikit aneh juga sangat mempengaruhi.

Jadi intinya, meskipun kalian cekatan dan memiliki skill namun jika dari penilaian atasan kalian tidak layak naik pangkat, kalian tidak akan naik pangkat.

Sponsored Link

Kesimpulan

Jadi intinya perusahaan Jepang ini memiliki berbagai macam aturan dan manner yang tidak tertulis. Hal ini tentunya sering membuat pekerja asing bingung dan merasa tidak cocok. Berikut kesimpulan dari budaya kerja di Jepang.

Budaya Kerja
  • Pekerjaan lebih penting daripada keluarga dan kehidupan pribadi
  • Kerja lembur = hal normal sebagai perpanjangan waktu kerja
  • Waktu istirahat dan libur yang sedikit
  • Paid-holiday jarang bisa diambil
  • Adanya tunjangan ketika berhenti kerja (sebagiaon perusahaan)
Karier
  • Senioritas yang masih kuat
  • Perjalanan karier yang bergantung penuh pada penilaian atasan
Kebiasaan
  • Senioritas yang masih kental, harus selalu setuju dengan ide atasan
  • Mematuhi peraturan dan manner yang berlaku baik yang tertulis maupun tidak tertulis
  • Adanya nomikai

Sekian pembahasan mengenai budaya kerja di Jepang.

Jika kalian ada keinginan untuk bekerja di Jepang atau mungkin sedang bekerja/mencari pekerjaan di Jepang kemudian ada pertanyaan bisa langsung bertanya melalui intagram di @/infinitecat88! Jangan lupa follow dulu sebelum bertanya yaaaa❤︎

Sponsored Link
Sponsored Link
BudayaLife
Mau bikin blog/website pribadi/online shop milik kamu? Klik!
Gunakan kupon “shanaryohei” untuk diskon tambahan 5%!
Hosting Unlimited Indonesia
Profile
Author
Shana & Ryohei

Hallooo! Terima kasih sudah mampir ke webisite kita :] Jangan lupa support kita dengan follow Instagram dan subscribe YouTube Channel kita yaa :]

Follow Shana & Ryohei

Comment

Copied title and URL