Tips Mencari Apato Murah di Jepang!

Life

Yahooo! Kali ini aku mau menulis mengenai pengalaman aku mencari apato (apartemen) di Kyoto, Jepang. Waktu balik ke Jepang buat sekolah bahasa, sebenernya udah enak sih karena semua sudah tersedia dari sekolah bahasa (asrama), cuma aku terkadang mikir sebenarnya lebih baik cari rumah/apato sendiri dibanding kontrak yang sama sekolah karena harganya akan jauh lebih murah. 

Kenapa aku tidak cari sendiri waktu itu? Alasan utamanya adalah aku tidak punya banyak informasi mengenai persiapan yang dibutuhkan. Maklum kalau cari di blog atau vlog atau site Indonesia, masih banyak yang mencangkup ke travel dari pada cara bertahan hidup.

Anyway, yang aku maksud cari sendiri ini sebenarnya hanya mencari rumahnya saja yang sendiri. Karena berbeda dengan Indonesia, kalau mau sewa rumah/apato disini kalian harus wajib melalui agen rumah.

Jadi kali ini, untuk membantu kalian yang akan pergi ke Jepang untuk sekolah atau kerja, aku mau membagi sekedar informasi untuk mencari apato dan persiapan apa saja yang diperlukan.

Yang ingin tahu mengenai harga makan keseharian di Jepang, cara memilih bank di Jepang dan lainnya cek dibawah yaa

Biaya Makan dalam Sehari Menurut Orang Jepang (No Pork, etc)
Biaya makan di Jepang dalam sehari bisa kalian jadikan referensi buat yang ingin travel atau bahkan buat kalian yang baru pindah ke Jepang.
Cara Belanja Hemat di Supermarket Jepang
Buat kalian yang ingin belanja hemat di supermarket Jepang, berikut aku kasih tips cara belanja hemat.
Cara memilih Provider HP di Jepang
cara memilih kontrak hp dan provider/operator di Jepang dengan cermat agar mendapatkan yang terbaik dengan harga murah.
【Tips Tinggal Di Jepang】Cara Memilih Bank Dengan Mudah Di Jepang
Cara memilih bank jepang yang tepat dan mudah digunakan selama tinggal di Jepang. Untuk kalian yang ingin membuka tabungan di Jepang, silahkan baca tipsnya!

 

Sponsored Link

Persiapan Awal

Resident Card (在留カード Zairyuukaado)

Buat kalian yang ingin menyewa apartemen di Jepang, ini adalah kartu wajib yang kalian bawa. Kartu ini hanya bisa didapatkan untuk kalian yang sudah memiliki Certificate of Eligibility (CoE) dan akan kalian terima ketika tiba di bandara Jepang. Untuk mendapatkan CoE ini kalian tentunya harus mengurus ke kedutaan Jepang dan memenuhi segala persyaratan yang mereka ajukan. 

Persyaratan yang diajukan sih biasanya seperti foto copy jumlah tabungan, undangan dari universitas untuk sekolah atau surat penerimaan dari kantor Jepang, dan sebagainya. Durasi pembuatan ini juga sedikit memakan waktu karena mereka akan melalukan pengecekan. Next bakalan aku coba bahas juga deh info mengenai CoE.

Passport

Kalau ini pasti kalian punya dan wajib selalu dibawa kalau kalian ingin mencari apato di Jepang. Kalau untuk sehari-hari cukup bawa resident card aja karena kalo paspor hilang nanti ribet lagi kan ceritanya.

Untuk apato, kalian bisa jaga-jaga bawa copy 1 lembar masukin map yang rapi ya jangan dilipet haha. Biasanya staff dari agen rumah juga memprint-out buat kalian, tapi yaa buat jaga-jaga saja.

Nomor Darurat

Yang dimaksud dari nomor darurat ini adalah nomor yang bisa dihubungi jika terjadi sesuatu pada kalian selama berada di apato. Biasanya mereka minta alamat dan nomer HP gitu jadi sediakan nama dan alamat keluarga kamu di Indonesia, alamat teman/keluarga yang tinggal di Jepang. Terkadang suka dibutuhkan juga kenalan yang tinggal di Jepang, jadi pastikan untuk selalu tersedia dalam memo di HP kalian alamat teman/keluarga  di Jepang maupun di Indonesia.

Guarantor (Penanggung Jawab)

Untuk dapat menyewa tempat tingal/apato, kalian juga harus memiliki yang namanya guarantor. Yang bisa menjadi guarantor kalian ini hanya orang Jepang atau orang Indonesia yang sudah tinggal lama di Jepang bahkan memiliki surat ijin tinggal permanen di Jepang.

“Wahh kalau yang gak punya gimana dong kak?” Kalau engga punya nihh kalian bisa menggunakan jasa guarantor. Jadi kalian harus membayar sekitar 20,000 yen atau lebih untuk setahun ke perusahaan guarantor ini. Uang ini harus dibayarkan dimuka bersama jasa agen rumah, deposit, uang reward ke pemilik (jika ada) dll.

Biaya guarantor ini juga berbeda untuk setiap rumah/apati yang nantinya akan kalian sewa. Kalian bisa apply sendiri atau bisa juga meminta bantuan kepada agen rumah nantinya.

Guarantor yang terkenal di Jepang adalah GTN (https://www.gtn.co.jp/). Aku juga memakai jasa perusahaan ini tapi tentu saja ada banyak perusahaan lainnya yang tersebar di seluruh Jepang yang bisa kalian gunakan 🙂 Jangan lupa untuk dibaca baik baik yaaa.

Deposit dan Uang Reward

Ini adalah hal yang paling tidak aku suka dari sistem menyewa rumah di Jepang. Sebelumnya aku akan jelasin maksud dari kedua kata ini.

Deposit (shiki-kin) : uang jaminan yang harus diberikan kepada pemilik apartemen apabila nantinya terjadi kerusakan ketika kita akan keluar dari apartemen tersebut, biaya perbaikan dan lainnya akan ditarik dari uang deposit tersebut.

Uang reward (reikin) : uang yang murni diberikan kepada pemilik apartemen sebagai tanda terima kasih telah meminjamkan apartemen ke kita.

Biasanya kedua uang tersebut jumlahnya tidak main-main. Kalau untuk deposit biasanya 1 bulan harga sewa rumah, kalau uang reward bisa lebih mahak dibandingkan uang deposit.

Ini yang terkadang tidak masuk diakal orang luar negeri. Kalau uang deposit/jaminan masih bisa dipahami selain itu bisa juga kita anggap sebagai uang tabungan jadi kalau ada kerusakan kita tidak perlu mengeluarkan uang lagi. Masalahnya adalah si uang reward ini. Uang ini murni masuk ke kantong pemilik yang jumlahnya terbilang lumayan (1-3 bulan harga sewa apato).

Tentu saja tidak semua apato seperti ini. Kalian hanya perlu lebih jeli untuk mencari apato yang tidak membutuhkan kedua uang ini atau hanya butuh uang deposit saja.

Sponsored Link

Mencari Apato

Ada beberapa cara untuk mendapatkan apato yang sesuai dengan selera kalian. Untuk mudahnya kalian tentu saja bisa mencari melalui aplikasi/internet, datang langsung ke agen rumah atau kalian bisa juga datang ke daerah yang kalian inginkan untuk tinggal dan keliling mencari rumah yang memiliki papan “For Rent!”. Disini aku akan jelaskan satu per satu mengenai ketiga cara ini dan prosesnya.

Aplikasi/Internet

Ada berbagai macam aplikasi dan website yang bisa kalian gunakan untuk mencari apato/tempat tinggal di Jepang. Aplikasi/website yang biasanya sering digunakan oleh orang Jepang untuk mencari apato adalah 1. SUUMO, 2. HOME’s 3. MAINABI CHINTAI.

Setiap aplikasi ini juga biasanya berbeda ketersediaan apatonya. Jadi kaya di aplikasi A ada tapi di aplikasi B gak ada. Jadi pastikan untuk selalu mengecek sebanyak mungkin site pencarian rumah agar peluang mendapatkan rumah juga semakin banyak.

Namun kalian harus berhati-hati karena tidak semua apato di Jepang ini bisa ditinggali oleh orang luar negeri. Pastikan untuk membaca semua yang tertulis dirincian informasi rumahnya. Atau kalian juga bisa langsung tanya sama staf yang bersangkutan karena kalau mencari di internet biasanya akan ada tombol “問い合わせ” yang artinya bertanya 🙂

Nanti setelah menemukan apato yang kalian inginkan, kalian bisa janjian dengan pihak yang memasang artikel tersebut untuk pergi mengecek rumahnya. Kalau oke, nanti kalian langsung berhubungan dengan agen rumah untuk urusan kontrak dan lainnya.

Agen Rumah

Terdapat berbagai macam jenis dan variasi agen rumah yang bisa kalian temukan di Jepang. Setiap daerah juga memiliki agen rumah unggulan yang terkenal dan sering digunakan jasanya. Biasanya untuk orang luar seperti kita lebih baik menggunakan agen rumah yang namanya sudah terkenal karena mereka tahu tahap yang harus dilakukan untuk melayani dan juga membantu kita untuk mendapatkan guarantor.

Untuk daerah Kyoto, agen yang paling mantul ini namanya “House Network”, “Apamanshoppu” dan “Flat Agency”. Ketiga agen rumah ini memiliki staff yang bisa berbahasa Inggris atau Mandarin lhoo. Mungkin agen rumah lainnya pun ada staff yang bisa berbahasa lain selain Jepang, cuma kalau yang terkenal di Kyoto memang hanya ketiga itu saja hehe.

“Kalau kak Shana pakai jasa agen yang mana?” Naah waktu itu kebetulan hasil referensi teman, aku memilih House Network. Staff disini baik dan sabar sekali membantu mencarikan rumah/apato yang aku inginkan. Maklum namanya juga perempuan tinggal sendiri di negara orang harus banget di daerah yang aman dan mudah diakses.

Agen rumah ini juga bisa membantu kalian untuk mendapatkan guarantor kalau kalian tidak tahu cara apply guarantor sendiri. Harga mencari sendiri dan dicarikan oleh agen rumah tidak jauh berbeda setahu aku karena tidak akan mengubah uang jasa agen rumah nantinya.

Berkeliling Mencari Papan “For Rent”

Biasanya nih yaa kalau melalui internet terkadang kita tidak bisa lihat dengan jelas gimana kondisi sekitar perumahan. Terlebih lagi terkadang banyak sekali informasi yang tidak akurat seperti tertulis dekat dengan stasiun padahal ternyata lebih jauh dari perkiraan dan lainnya. Untuk amannya sebelum melihat internet atau ke agen rumah, ada baiknya kalau kalian ke tempat/daerah yang ingin kalian tinggali dan sekedar berkeliling mencari apato.

Aku pun jujur sebelum pergi ke agen rumah juga jalan-jalan di sekitar ginkaku-ji dan tempat lainnya sembari mencari papan “For Rent” dan informasi dari temen (tentu aja temennya orang indo atau orang luar wk). Lumayan kan sekalian olahraga dan jalan-jalan cantik di sore hari kalian bisa lihat sekitaran daerah yang ingin kalian tinggali nantinya.

Kalau kalian sudah menemukan apato yang kalian inginkan, jangan lupa untuk mencatat namanya, boleh juga dengan daerahnya jadi ketika kalian ke agen rumah kalian bisa dengan mudah menjelaskan mengenai apato tersebut. Pastikan juga tergantung papan “For Rent” di depan rumah/apato tersebut yaa.

Langkah selanjutnya sih mudah kalian bisa cari di internet nama apato tadi atau langsung ke agen rumah biar bisa langsung dapat informasi denah/layout apato, harga perkiraan, boleh untuk orang luar negeri dan informasi lainnya. 

By the way, biasanya sih dipapan “For Rent” itu akan ada nama agen rumahnya, tapi kalian tidak perlu khawatir, kalian bisa ke agen rumah manapun untuk menanyakan mengenai kondisi rumah tersebut lhoo 🙂 

Sponsored Link

Kesimpulan

Pada dasarnya mencari rumah/apato untuk disewa di Jepang ini tidak sesulit yang kalian pikirkan lhoo. Malah aku sampai kaget karena ternyata bisa dengan mudah dapat apato yang aku mau. Yang susah itu karena tidak tahu alur dan apa saja yang perlu dipersiapkan, iya kan? haha

Selain itu, berbeda dengan Indonesia yang bisa dengan mudah menyewa tempat tinggal, di Jepang ini kalian harus teken kontrak dengan minimal dengan jangka tinggal 2 tahun atau ketika pindah akan terkena denda. Untuk denda ini tergantung dengan perjanjian awal kalian dengan pihak penyewa. Denda bisa sebanyak 1 bulan atau 2 bulan sewa lhoo. Oleh karena itu jangan lupa untuk membaca dengan jelas dan teliti. kalau ada yang tidak paham, kalian bisa tanya juga ke mas agen rumahnya.

 

Semoga bermanfaat 🙂

Comment

  1. Novi says:

    Hi kak, terimakasih banyak informasinya, sangat membantu saya yang akan tinggal di Jepang dan sekarang sedang mencari apartment. Karena saya masih di Indonesia (mulai pindah ke Jepang di April nanti) jadi masih susah untuk menemukan apartemen, rata-rata harus meet in person ya dengan pihak agen rumah.

    • Shana & Ryohei shana says:

      Hallo, makasih yaa udah baca blog aku 🙂 seneng banget bisa ngebantu hehe. Iyaa, mau pake aplikasi sekalipun nyari rumahnya ujungnya bakalan harus ketemu in person. Selama aku tinggal disini dan dari cerita Ryo pun gak ada yang engga ketemu soalnya kan harus pergi liat rumah dan sebagainya.

  2. […] Tips Mencari Apato Murah di Jepang!Persiapan yang dibutuhkan untuk menyewa rumah/apato, persyaratan,… […]

  3. […] Tips Mencari Apato Murah di Jepang!Persiapan yang dibutuhkan untuk menyewa rumah/apato, persyaratan,… Sponsored Link […]

    • Helen says:

      Hai kak Shana! Mau tanya nih.. sebelum memutuskan untuk beli apatonya itu nanti ada kunjungan ke apatonya ga ya kak? Terimakasih

      • Shana & Ryohei KAKIKURI says:

        Beli/sewa pasti kalian boleh melihat dulu tempat dan lokasinya sesuai atau tidak. Cuma ada beberapa case agent rumah yang menawarkan tanpa melihat dulu karena apart masih ditempati, atau karena belum dibersihkan. Saran sih pastikan untuk selalu melihat dulu sebelum memutuskan menyewa/membeli. Tapi balik lagi ke kamu pribadi ya 🙂

  4. Sceee says:

    Hai kak kalau mau stay di apartment cuman 1-2 itu bisa ngak sih ?

    • hi! tergantung tujuannya dulu nih yaa. Kalau apart di Jepang itu beda sama apart di Indo yang setelah hak milik bisa bebas disewain ke siapa aja. Jadi disini apart yang emang untuk tinggal itu hanya bisa disewa untuk pemilik resident card untuk visa diatas 6 bulan. Untuk visa pelajar, ada beberapa yang menerima sewa apart dibawah 6bulan. Kalau untuk travel, jatuhnya ke Airbnb~

Copied title and URL