Hal Yang Umum Terjadi Ketika Berpacaran/Menikah Dengan Orang Jepang

Percintaan

Tidak berapa lama ini aku pernah menulis tentang “6 Sifat Tidak Terduga dari Cowok Jepang” dan “Hubungan Cinta International! Bagaimana rasanya pacaran dengan orang Jepang?” yang kemudian mendapat sambutan baik dari teman-teman sekalian. Kali ini aku akan membahas mengenai hal yang umum terjadi ketika berpacaran dengan orang Jepang berdasarkan pengalaman aku (Shana).

Tentu saja ada hal yang baik dan buruk yang mungkin akan kalian alami ketika berpacaran/menjalin hubungan dengan orang luar negeri yang pada dasarnya beda negara dan beda budaya dengan kalian. Ada yang berhasil sampai ke jenjang pernikahan, ada pula yang kandas di tengah jalan. Tapi apapun itu aku harap kalian bisa mengambil segala hikmah dan tetap semangat.

So, inilah hal yang umum yang terjadi ketika kalian berpacaran/menikah dengan orang Jepang. 

Sponsored Link

Bahasa Jepang

Salah satu hal yang paling banget akan kalian rasain ketika berpacaran dengan orang Jepang adalah peningkatan kemampuan bahasa asing kalian. Untuk yang bisa berkomunikasi kalian harus menggunakan bahasa Inggris atau bahasa Jepang sehingga kemampuan bahasa Inggris atau bahasa Jepang kalian akan terasah. Untuk pacar yang bisa berbahasa Indonesia, dari pihak dia pun bahasa Indonesianya jadi lebih terasah.

Menjalin hubungan dengan orang Jepang tentu saja sama seperti pacaran pada umumnya dimana waktu untuk berkomunikasi akan meningkat. Dengan otomatis penggunaan bahasa asing (bahasa Jepang kalau aku) akan meningkat drastis banget. Kalian jadi bisa belajar kosakata baru atau bahkan istilah-istilah yang hanya kebanyakan orang Jepang yang paham.

Kalian juga jadi semakin termotivasi untuk belajar bahasa agar bisa semakin lancar dalam berkomunikasi dengan pasangan baik melalui chat atau telepon. Aku yang tadinya tidak bisa menggunakan keyboard kana pun akhirnya bisa lhooo!

Pengetahuan kalian tentang jokes Jepang juga meningkat yang mana bagi aku kalau jokes sudah nyambung berarti kemampuan bahasa Jepang kalian sudah meningkat!

Semakin rajin belajar dan ada tempat bertanya ketika bingung!
Keyboard kana pun jadi jago sekarang :3
Sponsored Link

Menjadi Lebih Mandiri

Untuk yang satu ini, dengan kalian tinggal di Jepang kalian akan dipaksa untuk membiasakan diri menjadi lebih mandiri. Berbeda dengan Indonesia dan segala service-nya yang top mulai dari ojek online, delivery online, pembantu rumah tangga dan sebagainya, kalian tidak bisa menemukan service ini di Jepang. Jikapun ada, kalian harus siap membayar mahal.

Dalam menjalin hubungan dengan masyarakat Jepang yang sudah terbiasa mandiri ini, kalian sebagai manusia manja (sama aku juga haha) harus belajar melakukan segala hal sendiri. Contoh, kalau pacaran di Indonesia kan ada dalam budaya kita diantar dan dijemput doi saat nge-date. Kalau sama orang Jepang, kalian harus mandiri berangkat sendiri sampai di stasiun yang telah ditentukan sebagai meeting point. Tapi tenang saja, GoogleMap Jepang jauh lebih baik dari GoogleMap kita jadi dijamin gak bakalan nyasar-nyasar banget.

Kemudian ketika sakit, di Indonesia kalian bisa bergantung sama keluarga,tetangga kosan atau pacar. Sedangkan di Jepang, biasanya mau sakit sekalipun kalian harus jalan ke dokter sendiri. Sampai dokter pun kalian harus cek tensi, berat badan dan suhu tubuh sendiri meskipun semua alat sudah disediakan oleh pihak rumah sakit tetap saja kan rasanya sedikit kurang. 

Sponsored Link

Tepat Waktu

Untuk yang satu ini, sebenernya tanpa punya pacar orang Jepang pun aku sudah tepat waktu yaa cuma terkadang budaya suka nunda atau telat itu kadang suka muncul begitu saja.

Orang Jepang ini terkenal sekali dengan ketepatan waktunya. Bahkan biasanya mereka akan sampai di tujuan minimal 15 menit sebelum jadwal yang dijanjikan. Kadang suka merasa sulit untuk keeping up sama budaya yang segalanya harus perfeksionis seperti ini. Tapi kalau sudah terbiasa, tidak akan terasa berat lhoo. Sebaliknya, kalian akan merasa gaya hidup kalian sedikit lebih teratur. Makanya, memiliki kekasih orang Jepang ini juga membantu kamu menjadi pribadi yang tepat waktu.

Solusi agar tidak telat kalau ada janji dengan orang Jepang, biasanya sehari sebelum selalu biasakan untuk mencari informasi mengenai kereta atau cara berangkat ke tujuan agar besoknya sudah tahu harus keluar rumah jam berapa. Kalau sekiranya merasa akan nyasar, pastikan untuk berangkat lebih pagi. Hal seperti ini sih mungkin sepele, tapi kalau kalian telat meskipun hanya satu kali saja, biasanya impression terhadap kalian itu berubah lhoo. Jadi hati-hati yaa apalagi untuk kalian yang ingin memiliki pacar orang Jepang. Pastikan selalu on-time!

Sponsored Link

Hak Istimewa Memiliki Pacar/Suami Jepang

Untuk yang satu ini, biasanya kalau kalian sedang menghadapi suatu kesulitan, kalian dapat keuntungan dengan bisa bertanya langsung dengan si pacar/suami kalian yang tentu saja lebih paham mengenai seluk-beluk tentang Jepang dibandingkan kalian. Baik dalam segi kehidupan sehari-hari, pekerjaan dan sebagainya pun entah kenapa terasa lebih mudah dibandingkan ketika aku sendiri tanpa backingan dari pacar/suami orang Jepang. Kalau untuk kasus aku, aku merasa ada backingan ketika mengurus visa dan dalam pekerjaan. Tapi tidak hanya kedua hal itu, kalian juga bisa merasakan hak istimewa ini ketika akan menyewa apartemen dan hal lainnya.

Mengurus Visa

Saat mengurus visa sendiri, entah kenapa aku merasa sikap para pekerja di kantor imigrasi itu agak sedikit kurang sopan terhadap orang luar negeri. Hal ini ternyata tidak hanya aku, tapi banyak juga masyarakat luar negeri lainnya yang berpendapat sama. Kalian bisa lihat reviewnya kantor imigrasi ini di Google. Pasti hampir selalu dapat 1 bintang saja. Aku pun mengalaminya langsung saat aku mengurus perpanjangan visa sendiri di tahun 2017. Entah kenapa prosesnya sedikit lambat, pandangan mereka pun seperti terlihat malas berurusan dengan orang luar negeri.

Namun, hal ini berbeda ketika aku mengurus visa menikah di tahun 2019 yang tentu saja harus didampingi oleh suami aku. Sikap dan perlakuan kantor imigrasi ini super duper sopan sekali sampai aku saja kaget. Pengurusan visa pun cepat dan tidak berbelit berbeda sekali saat aku mengurus visa sendiri.

Hak Istimewa Dalam Pekerjaan

Semenjak mendapat visa menikah, aku otomatis tidak lagi menggunakan visa kerja untuk tinggal di Jepang. Hak kerja yang aku miliki sebelumnya pun ternyata berubah menjadi hak kerja yang setara dengan orang Jepang. Aku sendiri pun sedikit terkejut, ternyata mereka membedakan hak kerja orang luar negeri dan hak kerja orang Jepang.

Kalau ditanya hak istimewa apa yang aku dapatkan setelah menikah, jujur aku pun kurang paham karena kondisi pekerjaan masih sama dan mirip. Yang aku rasakan dalam perbedaan ini adalah karena aku tidak terikat dengan visa kerja dan perusahaan, aku bisa merubah status kerja sebagai karyawan tetap menjadi karyawan sementara ataupun pekerja sambilan tanpa kehilangan posisi kerja aku saat ini. Tapi kesimpulan yang aku dapat, ternyata Jepang masih memiliki sisi rasis atau membedakan pekerja luar dan pekerja Jepang.

Hak Istimewa Lainnya

Di Jepang, jenis apartemen yang disewakan ini terbagi menjadi dua, apartemen yang boleh di sewa orang luar negeri dan apartemen yang hanya boleh di sewa oleh orang Jepang. Dengan memiliki pacar atau khususnya suami Jepang, kalian tidak perlu bingung untuk memilih apartemen karena hampir semua apartemen bisa kalian sewa dan tempati bersama. Kalian bisa menyewa apartemen atas nama pasangan kalian agar pilihan apartemen lebih banyak.

Untuk yang masih pacar, kalian bisa tinggal bersama pacar atau meminta dia untuk menjadi guarantor kalian. Namun biasanya ketika status masih “pacar” banyak sekali orang Jepang yang tidak bersedia menjadi guarantor karena terkesan “berat”. Bukannya tidak sayang lho yaa mereka hanya tidak mau mengambil keputusan yang salah.

Bisa cek cara mencari apartemen di Jepang di link ini juga↓ ↓ ↓

Dengan adanya hal-hal diatas inilah aku sadar, ternyata yang namanya privilege (hak istimewa) itu memang ada dimana-mana ya. Untuk aku, karena suami aku orang Jepang, ada beberapa hak istimewa yang aku dapatkan tidak hanya untuk mengurus visa, untuk pekerjaan pun seperti itu.

Sponsored Link

Tidak Romatis

Kalau soal yang satu ini, memang sudah bukan rahasia lagi dan merupakan trend-mark dari para pria di Jepang. Kalau dibilang tidak romantis, memang iya tapi terkadang sesuatu yang kita anggap biasa ini ternyata sebuah aksi romantis bagi mereka.

Contohnya, terkadang saat berjalan di daerah sekitar distrik perbelanjaan, memang sih mereka tidak akan menggandeng tangan kamu karena malu, tapi pasti selalu berjalan disebelahmu. Dan kadang, biar tidak bertubrukan dengan orang lainnya, mereka akan selalu mengingatkan kamu untuk berhati-hati atau akan sesekali bertanya kondisi kamu.

Untuk surprise ulang tahun dan sebagainya, sebaiknya kalian yang menginfokan kalau kalian suka surprise. Karena kalau tidak disampaikan biasanya pria Jepang ini akan merasa canggung atau takut melakukan karena takut dikira berat atau bahasa gaulnya bucin.

Sponsored Link

Kesimpulan

Pada umumnya, berpacaran dengan orang luar negeri yang memang berbeda dari segi budaya maupun sudut pandang ini terkadang terasa berat dan tidak banyak yang kandas di tengah jalan karena adanya ego. Sebenarnya, asalakan dari pihak kamu dan pasangan kamu mau saling membantu, terbuka dan saling berdiskusi dalam segala hal, perbedaan pun terasa lebih ringan lhoo.

Kemudian kalian juga bisa saling membantu dan mengembangkan kualitas diri masing-masing. Mulai dari meningkatnya skill bahasa, skill masak, ketepatan waktu dan sebagainya. Untuk privilege atau hak istimewa, tidak semua merasakan seperti yang aku jelaskan diatas karena ada juga pasangan yang emang mau wanitanya mandiri dan tidak bergantung kepadanya.

Comment

Copied title and URL