Hati-Hati Ketika Berpacaran atau Dekat Dengan Cowok Jepang

Percintaan

Semakin mudahnya akses berkomunikasi antar negara dan adanya program pendidikan ke luar negeri atau kerja di luar negeri membawa pengaruh meningkatnya hubungan cinta internasional. Khususnya, dengan banyaknya program kerja sama antara Indonesia dan Jepang, di sekitar kalian atau bahkan kalian sendiri pun mungkin pernah atau bahkan sedang menjalani percintaan dengan cowok Jepang.

Kali ini aku mau berbagi sedikit pengalaman aku tentang hal yang harus kalian perhatikan atau berhati-hati ketika menjalin hubungan dengan orang Jepang khususnya cowok Jepang. Maklum, berbeda budaya berarti memiliki perbedaan dalam sudut pandang dan pendapat. Yuk, langsung di simak!

Sponsored Link

Yang Harus Hati-Hati Tentang Cowok Jepang

Seperti yang aku bahas sebelumnya, berbeda pendapat dan sudut pandang dengan sesama orang Indonesia saja merupakan hal yang wajar apalagi dengan orang luar negeri. Berbeda dengan Indonesia yang masih memiliki dan memegang teguh beberapa pendapat lama (ini hal baik menurut aku terlepas dari agama, suku dan budaya) mengenai cara pacaran yang aman, Jepang terbilang jauh lebih bebas. Bahkan jauh lebih bebas daripada cara berpacaran negara barat kalau menurut aku .

Sebagai orang dari negara timur yang masih memiliki dan memegang teguh pendapat mengenai jika kalau pacaran yaa kalau bisa untuk menikah, mungkin harus berhati-hati terhadap hal berikut ini tentang cowok Jepang. Tapi ingat yaa, tidak semua dari mereka seperti ini. Ada juga yang baik, opend-minded dan mau berubah untuk menyesuaikan diri dengan kita.

Cowok Jepang Manipulatif?

Ini sebenarnya bukan dari cowok Jepangnya secara langsung kalau menurut aku. Jujur, dibandingkan negara lain, orang Indonesia itu masih banyak yang terbilang masih lugu. Bisa memiliki pacar orang luar negeri, khususnya Jepang pasti menjadi kebanggaan tersendiri bagi diri kalian. Mungkin bahasa yang lebih tepatnya adalah excited atau bersemangat yaa.

Karenanya, sering sekali wanita Indonesia ini mudah terperangkap alias baper dengan sikap dari cowok Jepang yang bagi mereka hal wajar namun karena di budaya kita jarang menemukan yang seperti itu, dengan sendirinya kita berasumsi bahwa si cowok Jepang ini suka dengan kita.

Mungkin kata-kata aku terkesan sedikit kasar, tapi jujur sajalah yaa gapapa hehehe.

Chat dan Telepon

Hampir sama dengan cowok/pria dari negara manapun, untuk mendekati seseorang akan ada proses PDKT. Hampir sama dengan negara manapun, yang menjadi hal utama dalam proses PDKT adalah chat dan telepon.

Umumnya, kalau jumlah chat dan telepon banyak bisa diartikan sebagai sedang PDKT yaa. Kalau di Jepang, bisa jadi hanya teman saja. Khususnya untuk mereka yang memiliki ketertarikan dengan luar negeri, memiliki teman wanita, rajin menelepon dan bertukar pesan adalah hal yang wajar. Kalau bisa sebelum ada kesepakatan atau pernyataan perasaan kalian jangan terbawa perasaan dulu agar tidak baper hehe.

Nge-date dan Liburan Bareng

Nahh, ini juga banyak yang bikin salah sangka yaa. Banyak sekali dari cowok Jepang yang suka jalan bareng dengan teman wanitanya bahkan sampai liburan bareng. Jalan bareng atau liburan bareng sama cowok Jepang itu sebenarnya belum tentu 100% bisa diartikan dengan dia tertarik sama kamu. Memang sih banyak yang masih memiliki pemikiran bahwa cowok Jepang itu pemalu jadi kalau ngajak ngedate atau liburan bareng memerluka keberanian blablabla. Duhh, pola pikir kaya gitu salah lhoo. Yang seperti itu jujur hanya ada di drama, film, komik dan anime. Karena yang pemalu sekalipun (cowok Jepang herbivora) itu bisa lhoo dengan mudahnya mengundang kalian jalan dan liburan bareng tanpa ada perasaan apapun 🙂 Bahkan cowok Jepang juga bisa kok mengundang kalian menginap di apartemen mereka murni karena pertemanan. Bukan karena suka.

Cek juga arikel tentang cowok Jepang herbivora dibawah ini↓↓↓

Intinya, kalau belum ada kejelasan antara kalian dan si cowok Jepang lebih baik sih tetap open-minded dan keep it cool aja. Berbeda dengan cowok dari negara lain yang lebih ekspesif dan akan terlihat ketika berbohong, cowok Jepang lebih ke tipe yang bisa berpura-pura baik dengan kalian tapi beda dibelakangnya. Daripada sakit hati karena terbawa perasaan duluan kan lebih baik hati-hati ya 🙂

Notice

Sering menelepon dan jalan bareng belum tentu suka selama belum ada pernyataan cinta

Pendapat Cowok Jepang Mengenai Seks

Indonesia memiliki budaya tidak melakukan hubungan intim sebelum menikah dan ini merupakan hal yang patut diancungkan jempol dan dihargai menurut aku pribadi. Sebaliknya, berbeda dengan negara kita, melakukan hubungan intim sebelum menikah merupakan hal yang lumrah, termasuk di Jepang.

Untuk wanita Indonesia yang memegang teguh dan menjaga dengan baik first time kalian sangat disarankan untuk berhati-hati. Bagi wanita Indonesia, first time merupakan hal yang sangat sakral dan memang hanya diberikan kepada orang yang tepat yaitu ketika menikah. Berbeda dengan budaya Jepang, first time (cewek ataupun cowok Jepang) bagi mereka hanya sekedar hal yang perlu dikenang dan tidak ada makna mendalam sebagai mana halnya budaya Indonesia. Bagi mereka first time ini tidak harus dilakukan oleh pasangan terakhir (suami/istri) dan memiliki pengalaman (melakukan dengan banyak orang) merupakan hal yang baik agar bisa menemukan pasangan yang tepat. Bagi cowok Jepang seks merupakan hal yang wajar dilakukan sebagai makhluk biologis.

Oleh karena itu, untuk kalian yang menganggap first time adalah hal yang sakral dan sangat penting namun ingin memiliki atau ingin berpacaran dengan cowok Jepang, sebaiknya kalian berhati-hati. Kalau belum pasti akan menuju pernikahan atau bahkan belum menikah sebaiknya tidak melakukan hubungan intim dengan cowok Jepang. Karena apa? Karena pendapat mengenai seks dan budaya saja sudah berbeda dengan mereka.

Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan dan tidak menyesal dikemudian hari aku sarankan untuk tidak melakukan. Kebanyakan di drama atau film sering sekali digambarkan bahwa cowok Jepang adalah cowok yang memegang janjinya. Tapi untuk sekedar mengingatkan, itu hanya dalam drama dan film yaa. Aslinya tetap ada yang suka bohong kok jadi jangan termakan drama dan film yaa hihi. Kalau kalian memang tidak mau melakukan, jujur saja bilang ke mereka yaa. Kalau cowok Jepang ini tidak mengerti dan paham dengan keinginan kamu, sebaiknya ditinggalkan saja.

Pacaran = Berat

Kebanyakan dari cowok Jepang, khususnya yang masih muda, pacaran merupakan hal yang wajar guna mencari pengalaman baik dalam hal berkomunikasi, seks dan sebagainya. Banyak dari pasangan di Jepang pun yang memang berpacaran itu bukan untuk menikah. Berbeda dengan Indonesia yang lebih condong ke pemikiran pacaran yaa kalau bisa sampai menikah.

Hal ini juga harus diperhatikan ketika berpacaran dengan cowok Jepang. Kebanyakan dari mereka yang berusia 18~35tahun ini masih memiliki pendapat pacaran adalah untuk mencari pengalaman, bukan untuk menikah.

Pembicaraan tentang pernikahan juga merupakan hal yang tabu bagi cowok Jepang. Dikarenakan tujuan berpacaran yang berbeda, ketika membicarakan mengenai masa depan, mereka biasanya akan merasa terbebani dan akan memilih untuk menjauh.

Di Jepang ini juga tidak ada budaya ketemu orang tua ketika masa pacaran. Sebaiknya ketika kalian berpacaran atau sedang dekat dengan cowok Jepang tidak perlu dikenalkan ke orang tua. Meskipun dari si cowok mengiyakan, kembali lagi ke sifat orang Jepang pada umumnya yang susah untuk menolak ajakan atau tawaran. Daripada nanti tiba-tiba menghilang lebih baik berhati-hati kalau memang mau menjaga hubungan kalian harmonis.

Pendapat Aneh Tentang Selingkuh

Untuk menyamakan pendapat, selingkuh adalah suatu tindakan mengencani/menemui pria atau wanita lain secara rahasia, yang dilakukan seorang pria ataupun wanita yang sudah memiliki kekasih atau pasangan. Pengertian kata selingkuh ini hampir mirip untuk negara manapun. Memiliki hubungan dengan pria/wanita lain (selain hubungan pertemanan) ketika memiliki pasangan bisa termasuk tindakan selingkuh.

Namun, berbeda dengan negara sakura ini, Jepang ini. Seperti yang kita ketahui, banyak sekali tempat bermain orang “dewasa” di Jepang. Mulai dari kabaret klub yang berisi wanita cantik, fuzoku (tempat untuk tidur dengan perempuan dengan membayar jumlah uang tertentu) dan masih banyak lainnya.

Bagi orang Jepang, pergi ke tempat bermain orang “dewasa” ketika sudah memiliki pasangan merupakan hal yang wajar dan bukan termasuk selingkuh. Bagi mereka, selingkuh adalah ketika memiliki perasaan suka terhadap orang lain selain pasangan. Jadi selama tidak memiliki perasaan (hanya sekedar hubungan badan), mereka tidak menganggap tindakan mereka hal yang salah dan bukan juga termasuk selingkuh.

Hal ini tentu saja membuat gempar kami, para warga negara asing yang tinggal di Jepang dan menyaksikan, mendengar langsung pendapat seperti ini dari penduduk lokal langsung khususnya mereka yang masih muda. Bagi mereka pergi ke tempat bermain orang “dewasa” ini sama seperti pergi ke restoran, yaitu untuk ganti suasana dari masakan rumah. Gimana nih menurut kalian?

Putus = Menghilang

Kalau di Indonesia atau negara lain ada istilah berteman dengan mantan, kalo di Jepang malah tidak ada kebiasaan seperti ini sama sekali lhooo. Biasanya kalau putus, orang Jepang baik cowok ataupun cewek akan memilih untuk menghilang dari kehidupan si mantan. Mulai dari block segala macam SNS, block nomer hp dan sebagainya.

Mereka juga tidak akan merasa galau ketika dan tidak akan ragu untuk memblock kalian lhoo. Jika kalian sudah memutuskan untuk putus, saat itu juga si cowok/cewek Jepang ini akan menghilang dari kehidupan kalian.

Tidak hanya ketika putus, menghilang tanpa kepastian juga terkadang sering terjadi. Khususnya ketika hubungan sudah mulai terasa hambar. Dimulai dari tidak ada kabar, sampai ke menghilang sepenuhnya.

Jadi, kalau kalian merasakan ini, sebaiknya jangan dicari dan diikhlaskan saja. Kalau mereka merasa terganggu, kalian bisa dilaporkan sebagai stalker lhoo.

Sponsored Link

Kesimpulan

Sekian penjelasan aku tentang hal yang perlu diperhatikan selama dekat atau berpacaran dengan orang Jepang. Jangan sampai kalian menyesal nantinya jadi hati-hati yaaaa. Perlu diperhatikan lagi ini berdasarkan pengalaman aku dan teman aku (orang Indonesia dan orang luar negeri). Mungkin gak 100% orang Jepang seperti itu, tapi lebih baik mencegah daripada menyesal dong yaa. Semoga artikel ini membantu.

Sponsored Link
Sponsored Link
Percintaan
Mau bikin blog/website pribadi/online shop milik kamu? Klik!
Gunakan kupon “shanaryohei” untuk diskon tambahan 5%!
Hosting Unlimited Indonesia
Profile
Author
Shana & Ryohei

Hallooo! Terima kasih sudah mampir ke webisite kita :] Jangan lupa support kita dengan follow Instagram dan subscribe YouTube Channel kita yaa :]

Follow Shana & Ryohei
KAKIKURI

Comment

  1. euis says:

    best banget, makasih kak atas info infonya. however this is the best

  2. Zhui says:

    Wuaaahhh… seketika terasadarkan, sering ngajak makan bareng, hang out, sering merhatiin, apa aja keinginanku slu diturutin,. Tp ujung”nya cuma dianggap imouto, aku pikir karena hubungan kita yang belum tarlalu jauh jadi dia belum yakin. Makanya aku masuh berharap, tp setelah baca ini jadi tersadarkan. Dia bener” anggap aku imouto dake..

  3. Nisa ayu says:

    Artikel yang sangat membantu sekali. Terimakasih infonya

Copied title and URL