Ay kyanto supikku igirishu…

Life
please-urniate-with-precision

cr : google (gak nemu yang gue foto sendiri wkwk)

Gak terasa udah mau 2 tahun aja gue tinggal di Jepang….. Dan gak terasa juga selama disini, penggunaan bahasa Jepang gue meningkat secara drastis dibandingkan tahun tahun sebelumnya. Well, bagus sih yaa cuma nih semakin lo terbiasa dengan bahasa Jepang semakin juga kemampuan bahasa lainnya terpengaruh.

Contohnya, Bahasa Inggris. Gue termasuk orang yang bisa berkomunikasi dalam bahasa inggris. Dari zaman SD, gue sering banget dijadiin “tempat mencontek” ketika ujian bahasa inggris. And I’m proud of it. Pokoknye pedelah kalo di ajak ngomong ingris mah.

Memasuki zaman perkuliahan, bukan sastra Inggirs tapi gue memutuskan mengambil jurusan Sastra Jepang di salah satu universitas swasta di Jakarta yang letaknya tidak jauh dari Pejaten Village Mall. Keseharian di kampus gue tetep lebih sering pakai bahasa Indonesia jadi gak mempengaruhi kemampuan Inggris maupun Jepang gue yang notabene saat itu jarang di pake.

 

Setelah lulus dan memutuskan untuk ke Jepang, baru deh terasa bedanya. Sebelum berangkat ke Jepang, gue dengan PDnya ngerasa kalau bahasa Jepang gue udah cukup buat keseharian disini. Sayangnya pas sampai ke Jepang, gue langsung sadar. Ternyata kemampuan gue gak ada apa-apanya dibandingkan orang Jepang (yaiyalah).

 

Anyway, gue bener-bener blank alias gak paham, bengong, dan kaget. Guru Jepang yang ada di kampus mungkin menyesuaikan cara bicara mereka ke mahasiswa but ketika lo masuk ke “sarang” Jepang, mereka yaa gak mandang lo siapa, mereka akan berbahasa Jepang sebagaimana normalnya mereka berbicara. Which is supeeeeeeer cepet dan sulit untuk paham apa yang mereka omongin. Ditambah lagi mereka menggunakan dialek Kansai (gue anak Kyoto soalnya). Setelah itu bertekadlah gue untuk belajar bahasa Jepang dengan rajin! huehuehue.

 

Setelah hampir dua tahun di Jepang, berkomunikasi dengan bahasa Jepang dan terbiasa mendengar japanlish (jepang-inggris) mereka itu akhirnya membuat telinga gue terbiasa. Entah sejak kapan pronouncing bahasa Inggris gue jadi jelek……. Kalian bisa bayangin gue tiba tiba ngomong “sunakku” insteado obu (re : instead of) “snack”……… Dan itu gak hanya terjadi di gue wkwkwk temen bule gue yang emang bahasa ibunya adalah bahasa Inggris pun terkadang suka salah pronouncing………

 

Gak berapa lama ini juga gue salah ngetik “snake” jadi “snack” ahahahahaha. Ini gatau sih entah guenya membego atau emang gimana xD

Contoh lainnya, Bahasa Indonesia. Mungkin ada beberapa dari kalian yang sadar selama gue menulis blog ini ada beberapa bahasa Indonesia yang aneh baik dalam urutan atau pemilihan kata. Kadang ada waktunya bahsa gue jadi sedikit formal, terus abis itu jadi informal lagi hahahaha. Ternyata bener kata orang tua dulu, lingkungan bisa mempengaruhi seseorang. Kadang juga ada beberapa kosa kata Indonesia yang gue lupa namanya apa, contohnya kacang mete (kacang bentuk bulan sabit yang biasa khas di jual di daerah Sulawesi). Gue sampe upload story di Instagram (@infinitecat88) sangking gak bisa inget namanya……

 

Jadi, hikmah yang bisa di ambil dari tulisan gue kali ini, adalah apabila kalian ada niat untuk tinggal di Jepang atau negara lainnya, bahasa Inggris, khususnya bahasa Ibu Pertiwi juga tetep sebisa mungkin digunain dan juga tetep dilatih yaaa :3

 

Sekian~

Comment

Copied title and URL